Sekilas Bapak Tua Ini Terlihat Seperti Pengemudi Ojek Lainnya, Tapi Siapa Sangka Ada "Sebuah Rahasia" yang Bikin Kamu Menitikkan Air Mata!

Transportasi online saat ini sangat membantu bagi kita yang tinggal di kota besar, dimana kemacetan sering terjadi dan setiap orang ingin segalanya cepat. Melihat peluang yang tinggi, banyak juga masyarakat yang alih profesi menjadi pengemudi ojek online. Tapi ada juga yang hanya mengisi waktu luang selepas pulang kerja, mereka akan menarik ojek. Namun, ada satu cerita unik dari pengemudi ojek tua ini.


Sponsored Ad

Pagi hari, dia berangkat untuk mencari nafkah dan berinteraksi dengan setiap penumpang yang membutuhkan jasanya. Bagi dirinya, interaksi yang jujur adalah interaksi antara dirinya dengan penumpang mulai dari yang paling sederhana, pengemudi akan mengemudikan kendaran dan penumpang akan membayar atau bahkan interaksi yang spesial. Hari itu, dia mendapat penumpang pertama, seorang pria tambun. Dengan raut wajah yang khawatir, bapak tua ini pun menyanggupi untuk mengantar penumpang itu.

Sponsored Ad

Mereka bertemu dengan jalan yang menanjak, di sinilah terjadi sebuah interaksi spesial yaitu untuk mengerti dan dimengerti. Penumpang kedua adalah seorang anak kecil yang harus diantar ke sekolah. Anak kecil ini tampak murung karena ibunya tidak dapat hadir menyaksikan pertunjukkan marching band yang akan dia ikuti. Bapak tua ini pun lalu membuat interaksi kembali dengan penumpangnya, dia mengantar ibu anak kecil itu sehingga dapat melihat pertunjukkan anaknya.

Sponsored Ad


“Kadang saya senang sekali bisa menghubungkan kebahagiaan”, ucap bapak tua ini. Sebagai pengemudi ojek, ada juga interaksi dengan kota, panas, hujan, juga dengan orang-orang. Salah satu penumpang yang cerewet dan terlalu banyak mengeluh hingga memarahinya.

“Saya sering lupa rasanya diremehkan, dikasihani, dan dengan tulus dimengerti. Sudah terlalu lama saya duduk dikelilingi oleh hubungan yang berasaskan kepentingan. Interaksi yang berbasis kerakusan.” Siapa sangka bapak tua ini adalah seorang presiden direktur yang menyamar sebagai pengemudi ojek. Bapak ini menyadari perbedaan interaksi ketika dia mengemudi ojek dan ketika dia menjadi pimpinan direksi.

Yuk, langsung tonton videonya. Semoga kalian dapat pesan moral dari cerita ini ya!

Sumber : Youtube

Kamu Mungkin Suka