Gadis Buta Ini Sering Dihina Ketika Menuntut Ilmu Di Perguruan Tinggi, Namun 5 Tahun Kemudian “Hal Mengejutkan” Ini Terjadi Padanya!

Disaat kita mengeluh dengan setiap kesusahan dan kekurangan yang kita hadapi pernah kah kita sedar ada manusia lain yang lagi kurang bernasib baik tapi mereka tidak pernah berputus asa untuk terus berjaya..

Jangan biarkan kekurangan diri merendahkan semangat untuk berusaha. Sedarlah terdapat manusia yang berjaya dipuncak dunia dikalangan orang yang kurang upaya.



Di kala kita mengeluh dengan setiap kesusahan dan kekurangan yang kita hadapi, pernah kah kita sadar bahwa ada manusia lain lagi yang kurang bernasib baik? Bahkan mereka berjuang setengah mati untuk tetap menjalani hidup? Jika kamu masih sulit untuk bersyukur kisah satu ini akan benar-benar membuka sanubari kamu.

Sponsored Ad


Kisah ini adalah tentang Zulaikha seorang gadis buta yang tetap tabah menjalani hidup dalam kekurangannya ini. Meskipun begitu, Zulaikha tak patah semangat dan tetap menuntut ilmu di perguruan tinggi setiap hari.


Sponsored Ad

Banyak orang yang meremehkan Zulaikha karena kekurangannya. Termasuk Yana, salah satu teman Zulaikha yang entah kenapa selalu menyakitinya dengan kata-kata. Bahkan, sang ibu pun, kerap berkata hal-hal menyakitkan tentang Zulaikha pada ibunya. Saat ibu Yana membeli dagangan ibu Zulaikha, ia menyindir kelak jika Yana membuka perusahaan dekat situ, ia mungkin ingin Zulaikha jadi pegawainya.

Semua perkataan menyakitkan itu tak menyurutkan semangat Zulaikha menuntut ilmu. Ia belajar dengan giat dan tak lupa ia pun selalu membantu ibunya berdagang sepulang kuliah. Singkat kata, Yana dan Zulaikha pun kembali dipertemukan oleh takdir 5 tahun kemudian.

Sponsored Ad


Dan kali ini, keadaaan benar-benar berbanding terbalik. Hari itu, Yana terburu-buru untuk menghadiri sebuah interview kerja di antar ibunya. Ibunya di sana mengomel panjang lebar, bahwa ia kecewa Yana tak giat belajar selama kuliah sehingga ia tidak menjadi apa-apa sekarang.

Yana pergi dengan ketergesaan dan membuat pewawancaranya marah besar karena ia terlambat. Maka, sang pewawancaranya pun membawa Yana untuk bertemu dengan pemilik perusahaan tersebut. Betapa terkejut Yana ketika melihat sosok yang sedang duduk di meja di hadapannnya adalah Zulaikha.

Sponsored Ad


“Kau, Ika kan?”

“Iya, itu saya. Kau Yana?”

“Apa yang kau lakukan di sini?” Yana tak kuasa menahan keterkejutannya.

Zulaikha hanya tersenyum singkat, “Saya pemilik perusahaan ini.”


Sponsored Ad

Rasanya, jantung Yana berdebar-debar gelisah dan ia tidak pernah menyangka bahwa keadaan akan menjadi seperti sekarang. Ia benar-benar harus menelan segala omongan dan cemoohannya dulu kepada Zulaikha.


Satu pelajaran yang dapat dipetik dari kisah ini adalah kekuatan tidak datang dari kesempurnaan fisik melainkan datang dari semangat dan ketekekunan yang tak pernah padam. Pun, jangan pernah sekalipun meremehkan ia yang memiliki kekurangan karena kita tidak akan pernah tahu apa yang sedang ia perjuangkan.


Sumber: Youtube

Kamu Mungkin Suka