“Sudah Lulus Kuliah Masih Minta Duit Sama Orang Tua?” Video Kakak Beradik Ini Sukses Menampar Ribuan Orang di Dunia!

Bagaimana jadinya jika kamu terlahir dengan kondisi cacat dan memiliki keterbatasan? Apakah kamu akan pasrah saja pada nasib dan menggantungkan hidup ini pada orang lain? Apakah benar terlahir cacat adalah pertanda bahwa kamu tidak akan bisa hidup seperti orang normal lainnya?

Jika kamu merasa minder dengan kondisi hidupmu sekarang ini, yang memiliki perbedaan atau kekurangan dibanding orang-orang lainnya, tontonlah video ini untuk membuka matamu lebih lebar dan sadari bahwa tidak ada yang tidak mungkin asal ada kemauan!

Sponsored Ad

Kedua kakak beradik kembar bernama Zhao Wenjing (Elena) dan Zhao Yajing (Vivian) adalah anak kembar berusia 18 tahun yang sudah sejak kecil duduk di kursi roda. Elena dan Vivian didiagnosis menderita penyakit ALS. ALS adalah gangguan pada saraf-saraf motorik atau sel-sel saraf pada otak dan tulang belakang yang mengatur gerakan otot-otot lurik.


Masalah otot ringan akan muncul pada awalnya yang kemudian perlahan-lahan membuat penderitanya menjadi lumpuh. Penyakit ALS sendiri adalah kondisi yang tidak bisa disembuhkan, tapi masih bisa dikendalikan. Terapi fisik, okupasi, dan wicara juga dapat membantu penderita ALS tetap kuat dan mandiri.

Sponsored Ad

Walau menderita penyakit ALS, tapi terlihat sejak pertama naik ke atas panggung, dua kakak beradik ini begitu ceria dan bernergi. Mereka juga bisa berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Mereka mengatakan bahwa mereka di rumah biasa menggunakan bahasa Inggris agar kedua orang tuanya tidak tahu rahasia diantara Elena dan Vivian.

Elena dan Vivian sangat berterima kasih pada ayahnya yang dengan sabar mengajari mereka, padahal kedua orang tua mereka sendiri tidak bisa bahasa Inggris. Elena dan Vivian kemudian berusaha dengan giat untuk menguasai bahasa Inggris sejak umurnya 14 tahun. Dalam waktu 4 tahun, semua bahan pembelajaran bahasa Inggris dari tingkat SD sampai Universitas sudah berhasil mereka kuasai.

Sponsored Ad

Mereka bisa menjadi mahir dalam bahasa Inggris karena mereka boleh ikut masuk kelas bahasa Inggris di Universitas Qingdao. Namun, karena mereka harus duduk di kursi roda dan tidak mudah untuk naik turun tangga, Elena dan Vivian hanya bisa mengikuti kelas yang diadakan di lantai 1.

Kedua orang tua dari Elena dan Vivian sangat bangga pada anak-anaknya. Mereka pun rela untuk mengorbankan bisnis yang tengah berkembang pesat dan pindah ke Qingdao agar bisa meluangkan lebih banyak waktu mengurus anak-anaknya yang membutuhkan perhatian khusus. Mereka juga berkata,”Anakku boleh saja cacat secara fisik, tapi aku tidak mau mereka juga cacat secara batin.” Berkat bimbingan dan kasih sayang kedua orang tuanya ini, Elena dan Vivian bisa berprestasi, tumbuh menjadi anak yang optimis dan selalu berpikir positif.

Sponsored Ad


Elena dan Vivian memiliki bakat menjadi penulis. Kemampuan bahasa Inggris yang dimiliki pun membuat mereka sering kali menerjemahkan beberapa karya tulis hebat ke dalam bahasa Mandarin. Selain itu, karya-karya tulis dan puisi dari Elena dan Vivian pun disukai oleh banyak orang.

Tahun 2013 lalu, Elena dan Vivian bahkan berhasil menyabet medali emas dan perak dalam perlombaan bahasa Inggris yang diadakan oleh ACT. Mereka juga seharusnya mendapat beasiswa untuk melanjutkan studi ke Amerika. Namun, karena kondisi fisik yang dimiliki, Elena dan Vivian pun harus melepaskan kesempatan itu.

Sponsored Ad

Saat belajar di Universitas Qingdao, ada seorang dosen yang menyadari kemampuan menerjemahkan dan menulis dari kakak beradik ini. Ia pun memberikan beberapa pekerjaan sebagai penerjemah buku kepada Elena dan Vivian. Elena dan Vivian memiliki kemampuan bahasa yang mengagumkan. Mereka juga sering kali menuliskan beberapa lirik puisi.

Saat tampil di panggung Chinese Dream, Elena dan Vivian dengan percaya diri menyanyikan puisi yang telah mereka buat. Banyak orang pun semakin kagum dengan sifat optimis, percaya diri dan keteguhan hati dari Elena dan Vivian.

Sponsored Ad

Banyak orang dengan kondisi normal hanya bisa mengeluh dan menyalahkan orang lain. Kita seharusnya mulai sadar dan lebih bersyukur dalam menjalani hidup. Sukses atau tidaknya kita, semuanya ditentukan dari cara pikir dan tindakan kita masing-masing. Kita harus banyak belajar banyak hal dari Elena dan Vivian.


Sponsored Ad

Elena dan Vivian sendiri berharap agar kedepannya banyak orang yang mau memberikan pekerjaan menerjemahkan atau membuat karya tulis kepada mereka. Jangan melihat mereka adalah penderita ALS, lalu merasa kalau mereka hanyalah orang yang tidak berguna. Mereka juga bisa menyelesaikan tugas seperti orang normal.

Mereka ingin sekali memiliki pekerjaan yang lebih stabil agar bisa membantu meringankan beban kedua orang tua. Elena dan Vivian mengatakan,”Tidak bisa dipungkiri, dengan fisik seperti ini, kami berdua sangat membutuhkan bantuan dari orang lain. Jika tidak orang tua kami, kami tidak tahu siapa yang mau menyuapi kami, memakaikan pakaian dan lain-lain. Kami memiliki keterbatasan, tapi setidaknya kami bisa membantu mereka dari segi finansial.”

Sponsored Ad

Elena dan Vivian baru saja berusia 18 tahun, namun mereka merasa kalau di usia mereka ini sudah seharusnya membantu orang tua dalam hal finansial. Walau, cacat mereka pun tidak lari dari tanggung jawab ini. Nah, bagaimana dengan kalian??? Umur 18 masih suka minta uang untuk foya-foya??? #Gantipolapikir ya! XD

 

Sumber: Youtube

Kamu Mungkin Suka