“Ibu Tidak Rela Aku Mendonorkan Sumsum Tulang Belakang”, Aku Akhirnya Melakukan Hal Gila Ini Untuk Mendapatkan Restu!

Rela berkorban adalah sikap di mana seseorang dengan senang hati, tidak mengharapkan imbalan dan atas kemauan sendiri demi kepentingan orang lain. Seseorang yang rela berkorban bahkan juga rela memberikan segala sesuatu sekalipun akan menimbulkan penderitaan bagi dirinya sendiri.

Berlawanan dengan sikap rela berkorban, sikap egois adalah sikap buruk yang tidak boleh dipelihara. Sebagai makhluk sosial, kita tentu saja membutuhkan bantuan orang lain agar bisa hidup dengan lebih baik. Namun, sikap egois yang ingin mementingkan diri sendiri ini bisa saja muncul dan membuat kita tidak mampu memahami dan mengerti perasaan orang lain.

Sponsored Ad


Untuk mengatasi sikap egois dari seseorang, salah satu caranya adalah dengan menumbuhkan rasa empati dalam diri. Salah satunya seperti yang dilakukan anak ini kepada ibunya…

Ibuku marah dan tidak terima saat tahu aku hendak mendonorkan sumsum tulang belakang kepada seorang gadis. Ibu berkata,”Ayahmu sudah tiada. Aku hanya memiliki kamu seorang! Jika kamu ngotot ingin menjadi pendonor, mama akan bunuh diri sekarang juga.”

Sponsored Ad

Melihat ibu begitu tidak setuju, aku pun berbohong padanya. Aku mengatakan padanya bahwa akulah yang mengidap leukemia dan membutuhkan donor. Aku terpaksa berbohong padanya untuk meningkatkan rasa empati dalam dirinya. Aku juga ingin membuatnya merasakan bagaimana perasaan dari orang tua gadis tersebut yang sangat membutuhkan donor.

Ibuku awalnya tidak percaya bahwa diriku mengidap penyakit leukemia. Beruntung dokter mau kooperatif dan mendukung kebohongan yang kulakukan. Ibuku pun akhirnya percaya dan memohon pada dokter agar menyembuhkan diriku.

Sponsored Ad


Dokter kemudian berkata,”Penyakit anakmu bisa saja sembuh, tapi ia membutuhkan orang yang bersedia mendonorkan sumsum untuknya. Aku sudah menemukan seorang gadis yang cocok, tapi gadis itu tidak bersedia.”

Mengetahui kenyataan itu, ibu terlihat semakin sedih. Dokter pun menjelaskan bahwa kebanyakan orang telah salah paham dan menganggap kalau bagian tubuhnya akan hilang, sehingga tidak bersedia mendonorkan sumsumnya. Padahal, saat sumsum diangkat, tak lama kemudian sumsum akan tumbuh lagi dengan sendirinya, maka dari itu mendonorkan sumsum tidak berbahaya bagi pendonor.

Sponsored Ad

Mendengar pernyataan dokter, ibu kemudian memutuskan untuk memohon langsung pada gadis tersebut. Ibu berkata,”Aku mohon padamu, lagipula dokter juga bilang kalau hal ini tidak akan merugikan dirimu. Tolong bantu selamatkan anakku.”

Gadis itu kemudian sambil berkata,”Tante, akulah yang membutuhkan donor tersebut. Akulah yang mengidap leukemia. Anakmu yang hendak menjadi pendonor. Tante, kamu bersedia membantuku kan?”

Sponsored Ad


Sang ibu pun terdiam. Namun, melihat gadis muda sedang menangis di hadapannya, ibu pun merasa sangat kasihan. Kemudian ibu berbalik padaku dan berkata,”Donorkanlah sumsummu padanya! Selesai operasi, kamu pulang ke rumah! Mama akan masak yang enak untukmu!”

Sponsored Ad

Ya, kebanyakan orang hanya memikirkan dirinya sendiri dan tidak peduli atas kesulitan orang lain. Mereka baru bisa peduli, saat mereka berada di posisi yang sama! Namun, sebenarnya tidak perlulah demikian. Sebagai manusia, sudah sewajarnya membantu dan rela berkorban demi orang lain…

 

Sumber: Youtube

Kamu Mungkin Suka