Ada Keluhan Pelanggan Tarif Listrik Naik 9X Lipat, PLN Berikan Klarifikasi! Ini Penyebabnya!

PLN angkat bicara karena adanya keluhan kenaikan tarif 9 kali lipat pada seorang pelanggan.

Petugas yang mendatangi rumah Caroline memberikan penjelasan bahwa adanya lonjakan tagihan rekening listrik bulan Mei yang menggunakan perhitungan rata-rata lebih kecil daripada realisasi kWh yang digunakan oleh pelanggan. Selisih dari penghitungan rata-rata tersebut kemudian ditagihkan pada rekening listrik Bulan Mei.

Sponsored Ad

Berikut kronologinya :

Pada bulan Desember 2019 - April 2020 Petugas tidak dapat melakukan pencatatan meter dikarenakan ada anjing penjaga Rumah yang terikat di bawah kWh Meter sehingga PLN menggunakan rata-rata 3 bulan sebagai dasar perhitungan rekening listrik

Perhitungan pemakaian tenaga listrik secara normal baru terjadi di bulan Mei 2020, di mana pelanggan membantu petugas catat meter melakukan foto stand meter sehingga didapati pemakaian kWh sesungguhnya.

Sponsored Ad

Berdasarkan pembacaan meter oleh petugas, didapatkan penggunaan kWh meter sebesar 1824 kWh dengan tagihan sebesar Rp 2.281.620. Peningkatan yang terjadi cukup signifikan karena adanya penagihan selisih kWh meter yang dihitung menggunakan rata-rata 3 bulan sebelumnya.

Setelah mendapat penjelasan dan mekanisme solusi dari Petugas PLN, pelanggan bersedia menyelesaikan kurang tagih kWh tersebut melalui angsuran.

Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ciputat, Sigit Arimurti, menyampaikan bahwa PLN telah melakukan pengecekan terhadap sistem perhitungan yang dimiliki PLN dan hasilnya perhitungan tersebut sesuai dengan hasil pencatatan stand meter yang ada di rumah pelanggan.

Sponsored Ad

“Sistem perhitungan dan hasil pencatatan meter petugas hasilnya sesuai. Untuk tagihan Desember 2019 sampai dengan April 2020 lebih kecil daripada realisasi kWh meter yang pelanggan gunakan. Selisih itu yang kemudian yang menimbulkan lonjakan,” ungkap Sigit 

Caroline, pelanggan PLN tersebut menerima penjelasan yang disampaikan oleh PLN.

Sponsored Ad

"Saya memahami penjelasan PLN, tagihan bulan Mei saya melonjak disebabkan adanya selisih pembacaan meter di bulan-bulan sebelumnya yang terakumulasi di tagihan listrik bulan Mei diakibatkan oleh petugas yang tidak dapat melakukan pencatatan meter di rumah," ujar Caroline.

Dalam kesempatan ini, Caroline juga menyampaikan masukan kepada PLN. Pelanggan seharusnya diberi informasi yang lengkap sejak awal, sehingga tidak heran dan terkejut ketika ada kenaikan tagihan.

Sponsored Ad

"Kalau memang enggak tercatat dengan baik, kenapa pelanggan tidak diberikan informasi dari awal, bukan malah langsung diberi tagihan melonjak," ujarnya.

PLN juga memberikan penjelasan terkait adanya kenaikan konsumsi listrik yang memang kebanyakan dialami oleh masyarakat pada masa pandemi COVID-19. Hal itu disebabkan oleh meningkatnya aktivitas masyarakat di rumah. Di Jakarta sendiri Pemakaian listrik rumah tangga rata-rata naik 4 persen selama periode COVID-19.

Tidak ada kenaikan tarif listrik untuk Rumah Tangga sejak 2017. Tarif tetap sama untuk R1450 VA : Rp 415/kWh , R1900 VA : Rp 605/kWh, R1M 900 VA : Rp 1.352/kWh, R1 1300 - di atas 5500 VA : Rp 1.467/kWh.


Sumber : Kumparan 

Kamu Mungkin Suka