“Hidup Sesuai Kemampuan Bukan Kemauan”, Video Ayah Anak Ini Ditonton Jutaan Orang dan Sukses Menampar Generasi Milenial!

Apakah kamu termasuk anak generasi milenial? Apakah tiap minggunya kamu pasti nongkrong di kafe mahal atau shopping? Lalu, apakah kamu melakukan gaya hidup sendiri dengan menggunakan uang hasil jerih payah kamu sendiri atau minta pada orang tua?

The Urban Poor adalah gaya hidup di mana generasi milenial dengan kemampuan finansial yang pas-pasan berlomba-lomba mengikuti tren agar tampak eksis. Banyak anak generasi milenial rela mengeluarkan uang banyak yang tidak sesuai dengan kemampuannya untuk terlihat ‘wah’ di depan banyak orang.

Sponsored Ad


Salah satu penyebab gaya hidup seperti ini karena faktor lingkaran pertemanan. Seorang anak milenial akan merasa tertekan untuk ikut membeli dan memiliki barang tertentu saat teman-teman sekitarnya menggunakan atau memiliki barang tersebut. Ingin terlihat sama dan sederajat dengan teman-teman lainnya, akhirnya anak yang kemampuan finansialnya pas-pasan kemudian meminta pada orang tua, tanpa memikirkan pengorbanan orang tua, seperti yang dilakukan oleh gadis satu ini…

Sponsored Ad

Gadis ini sedang pergi makan bersama teman-temannya. Kemudian salah satu temannya memamerkan sebuah lipstik yang baru saja diberikan oleh sang kekasih. Temannya itu mengatakan bahwa lipstik tersebut dibeli di luar negeri spesial sebagai kado ulang tahunnya. Setelah itu, temannya ini mengajak untuk pergi berbelanja. Teman yang lain begitu semangat dan menyukai ide tersebut, namun gadis ini mengatakan bahwa dirinya tidak bisa ikut.

Gadis ini memilih untuk tidak ikut karena dirinya sadar, bahwa ia tidak memiliki kemampuan finansial yang tinggi seperti teman-teman lainnya untuk sering-sering berbelanja dan membeli barang-barang mahal. Ia juga merasa asing sangat berkumpul bersama kedua temannya ini, ia seakan-akan berasal dari dunia lain dan tidak bisa mengikuti gaya hidup teman-temannya ini. Saat kedua temannya pergi ke toilet, gadis ini memfoto lipstik tersebut.

Sponsored Ad

Tentu saja, setiap wanita pastinya ingin memiliki produk kecantikan yang mahal dan bagus. Di perjalanan, gadis ini merasa galau. Ia ingin sekali memiliki lipstik yang sama seperti temannya itu, namun ia tidak memiliki cukup uang. Akhirnya, walau sempat ragu dan tidak enak hati, ia pun menelepon pada ayahnya.


Ayahnya hanya bekerja sebagai tukang bersih-bersih dan sebagai tambahan, biasanya sang ayah mengumpulkan beberapa plastik bekas untuk dijual kembali. Saat hendak makan siang yang begitu sederhana, yaitu hanya sebuah roti mantau dan sayur-sayuran, tiba-tiba sang anak telepon dan berkata,”Halo, Pa. Jadi gini… emmm… aku butuh uang untuk beli buku. Totalnya 500 RMB (sekitar 1 juta rupiah).”

Sponsored Ad

Ayah kemudian mengatakan,”Baik-baik, papa akan segera kirim uangnya. Oh ya, nanti papa juga kirim lebih untuk jaga-jaga, tapi kamu harus hemat ya. Tidak mudah untuk mencari uang.” Setelah mendapat kabar bahwa uang tersebut sudah ditransfer, gadis tersebut pun pergi berjalan-jalan sendiri dan masuk ke sebuah toko kosmetik. Ternyata, ia menggunakan uang tersebut untuk membeli lipstik yang begitu ia inginkan.

Tak lama berselang, sang ayah menelepon dan mengatakan bahwa dirinya sudah sampai di depan gerbang kampus. Gadis itu pun merasa kaget dan sedikit emosi mengetahui ayahnya datang tiba-tiba tanpa memberitahu terlebih dahulu.

Sponsored Ad

Siapa sangka tujuan sang ayah datang tiba-tiba adalah untuk memberikan uang lebih lagi. Ayah berkata,”Aku takut kamu tidak punya uang yang cukup, maka dari itu ini Papa mau berikan kamu sedikit uang sebagai tambahan uang jajan. Ini uang yang aku dapat dari hasil berjualan botol bekas. Ini kamu ambil saja sebagai tambahan. Makan yang enak ya! Papa gak pake baju bagus, takut kamu malu. Sudah ya Papa pulang dulu.”

Setelah mendengar perkataan sang ayah, gadis tersebut pun langsung terdiam dan tertunduk malu. Ia rela berbohong dan membuat ayahnya bekerja begitu keras hanya untuk memenuhi ambisinya untuk memiliki lipstik mahal yang sama seperti teman-temannya.

Sponsored Ad


Dari sini, sadarkah kalian para generasi milenial???

Saat kamu dengan bangganya menggunakan tas mahal, makan di kafe mewah dan membeli barang-barang mahal, orang tuamu di rumah sudah sejak lama tidak membeli baju baru. Mereka bahkan rela mengenakan baju usang dan makan seadanya hanya untuk membuatmu bahagia dan terlihat ‘wah’. Saat kamu bersenang-senang dengan teman-teman, orang tuamu bekerja banting tulang!

Kalian boleh hidup ‘kekinian’ dan bermewah-mewahan, namun berusahalah sendiri untuk mencari uang dan hidup sesuai dengan kemampuan! Hiduplah sesuai dengan kemampuan, jangan sesuai kemauan.

Sponsored Ad

Lagipula, teman yang baik adalah teman yang mau menerima kamu apa adanya, jadi sebenarnya kamu pun tidak perlu mengikuti gaya hidup mereka yang mewah hanya untuk bersahabat dengan mereka. Carilah teman yang benar-benar sesuai, karena sahabat adalah orang yang membuat dirimu menjadi lebih baik, bukan menjadi lebih buruk!

 

Sumber: Facebook

Kamu Mungkin Suka