Tukang Siomay Ini Menipu Seorang Bule yang Tidak Tahu Harga. Netizen : Indonesia Krisis Kejujuran !

Penjual saat ini banyak yang berbuat curang dengan dagangannya. Entah tidak jujur dalam membuat makanan atau tidak jujur dalam memainkan harga. Kira - kira harusnya apakah hukuman dari pedagang seperti ini? Karena secara langsung mereka merugikan pelanggan. Seperti contoh sosial eksperimen kali ini. Ada seorang pedagang siomay yang tidak jujur kepada pelanggannya. Seperti apa selengkapnya? Mari kita lihat.

Ada seorang Warga Negara Asing yang sedang pergi di sebuah kota. Dirinya ingin membeli makanan kecil untuk mengisi perutnya. Tentunya, penganan Siomay cukup untuk mengganjal perut sebelum melanjutkan perjalanan. Hingga akhirnya dirinya berhenti di pinggir jalan dan memesan satu porsi Siomay dari seorang pedagang pinggir jalan. WNA tersebut kesulitan berkomunikasi karena sebagai pembeli dirinya tidak mengerti Bahasa Indonesia. Hal itu juga berlaku ke tukang Siomay, dirinya tidak bisa menjual barang dagangannya karena tidak bisa berbahasa Inggris.

Sponsored Ad

Dengan menggunakan bahasa isyarat, sang WNA mengisyaratkan untuk membeli satu buah porsi Siomay. Sang penjual pun menyanggupi permintaan tersebut. Kembali dengan menggunakan bahasa isyarat, sang penjual memberikan satu porsi tersebut dan mengatakan bahwa harga satu porsi Siomay tersebut sama dengan Dua Puluh Ribu Rupiah. Sang WNA yang merasa tidak tahu tentang harga di Indonesia. Dirinya mempersilahkan sang penjual Siomay untuk mengambil beberapa uang di dompetnya sendiri. Dengan Sigap Sang Penjual Siomay mengambil uang Dua Puluh Ribu Rupiah.

Sponsored Ad

Karena haus, sang WNA akhirnya membeli minuman di pinggir jalan. Karena dirinya tidak tahu harga, akhirnya membiarkan sang penjual minuman mengambil uang langsung dari dompetnya seperti sang penjual Siomay. Harga minuman yang diambil pun hanya Lima Ribu Rupiah. Sesuai dengan harga, sang Penjual Minuman mengambil uang Lima Ribu Rupiah dari dompet WNA tersebut.

Kru televisi pun menghampiri sang penjual Siomay. Kru menanyakan berapa harga satu porsi Siomay tersebut. Sang penjual dengan polos menjawab Sepuluh Ribu Rupiah. Dirinya menanyakan apakah memang harga untuk para WNA yang kebetulan sering wara wiri di jalan tersebut memang selalu memiliki nilai dua kali lipat dibandingkan dengan warga asli Indonesia. Sang penjual hanya menjawab "Tergantung". Sang Penjual mengaku kerap kali kesulitan untuk memberikan harga karena terhalang bahasa. pembawa acara pun mencoba untuk berpikir positif. Mungkin saja sang Penjual Siomay ini tidak berbuat curang. Namun, salah memberikan harga kepada sang WNA. Padahal, yang dilakukannya menaikkan harga dua kali lipat.

Berbeda dengan sang pedagang Siomay. Sang pedagang minuman ketika ditanya dirinya hanya menjual berdasarkan modal awal, dirinya tidak membedakan antar pembeli dan lebih memilih untuk berlaku adil. Sungguh orang yang begitu baik ya !


Sumber : Youtube

Kamu Mungkin Suka